Tak bisa kita pungkiri kiasan ini pasti pernah singgah dan menjadi percakapan hati setiap manusia.
Sering kali kita melihat orang lain memiliki kebaikan dan kebahagiaan yang lebih dibandingkan dengan apa yang ada pada diri kita.
Sering kali tumbuh sikap iri, dengki yang kita rasakan atau bahkan tumbuh perasaan yang sebaliknya merasa ikut senang dengan kebahagiaan orang lain itu.
Mungkin karena kita melihatnya dari kejauhan, Jarak sering kali menipu pandangan kita.
Coba kita lihat bulan yang terlihat indah dimalam hari, sinarnya yang kuning keemasan melengkapi keindahan malam yang sunyi, tapi apakah kita pernah sadar bahwa sebenarnya jika kita melihat bulan dari dekat, hanyalah sebuah padang tandus yang penuh lubang - lubang tak beraturan.
Sama halnya dengan kehidupan manusia, kadang kala orang lain terlihat lebih bahagia, lebih cantik dan lebih segalanya dari kita, tetapi bila kita mengetahui kehidupannya dari dekat, mungkin saja pemikiran kita akan seketika membelok dan berputar haluan lalu mengoreksi pandangan kita kemudian tersadar bahwa bisa jadi kitalah yang sebenarnya memiliki kehidupan yang lebih bahagia.
Sebenarnya lambat laun kita pasti akan menemukan jawaban dari pertanyaan petanyaan itu. Cobalah untuk jujur pada diri dan hati kita sendiri, selama ini yang kita lakukan hanya berusaha mencari pembenaran atas tindakan yang kita lakukan walaupun sebenarnya jauh didalam hati kita tahu apa yang seharusnya kita lakukan. Yang perlu kita lakukan adalah selalu bersyukur atas apa yang telah kita miliki sekarang, karena tiada yang sempurna didunia ini kecuali Allah SWT. Janganlah membanding - bandingkan apapun dengan orang lain dalam hal duniawi.






