Sabtu, 29 Juni 2013

Renungan Rumput

Pernah mendengar istilah "Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau" ?
Tak bisa kita pungkiri kiasan ini pasti pernah singgah dan menjadi percakapan hati setiap manusia.
Sering kali kita melihat orang lain memiliki kebaikan dan kebahagiaan yang lebih dibandingkan dengan apa yang ada pada diri kita. 
Sering kali tumbuh sikap iri, dengki yang kita rasakan atau bahkan tumbuh perasaan yang sebaliknya merasa ikut senang dengan kebahagiaan orang lain itu.

Mungkin karena kita melihatnya dari kejauhan, Jarak sering kali menipu pandangan kita.
Coba kita lihat bulan yang terlihat indah dimalam hari, sinarnya yang kuning keemasan melengkapi keindahan malam yang sunyi, tapi apakah kita pernah sadar bahwa sebenarnya jika kita melihat bulan dari dekat, hanyalah sebuah padang tandus yang penuh lubang - lubang tak beraturan.
Sama halnya dengan kehidupan manusia, kadang kala orang lain terlihat lebih bahagia, lebih cantik dan lebih segalanya dari kita, tetapi bila kita mengetahui kehidupannya dari dekat, mungkin saja pemikiran kita akan seketika membelok dan berputar haluan lalu mengoreksi pandangan kita kemudian tersadar bahwa bisa jadi kitalah yang sebenarnya memiliki kehidupan yang lebih bahagia.

Sebenarnya lambat laun kita pasti akan menemukan jawaban dari pertanyaan petanyaan itu. Cobalah untuk jujur pada diri dan hati kita sendiri, selama ini yang kita lakukan hanya berusaha mencari pembenaran atas tindakan yang kita lakukan walaupun sebenarnya jauh didalam hati kita tahu apa yang seharusnya kita lakukan. Yang perlu kita lakukan adalah selalu bersyukur atas apa yang telah kita miliki sekarang, karena tiada yang sempurna didunia ini kecuali Allah SWT. Janganlah membanding - bandingkan apapun dengan orang lain dalam hal duniawi. 
Pernahkah kita bertanya-tanya mengapa rumput tetangga itu selalu terlihat lebih hijau?
Pernah kita bertanya mengapa rumput dihalaman kita tak terlihat sehijau rumput tetangga?
Semua itu adalah relatifitas dan sawang sinawang. Selain itu juga mungkin karena si pemilik itu rajin merawat, menyirami dan selalu menjaga dari tangan-tangan usil yang mengganggu. Seharusnya kita senang dan bersyukur melihat rumput tetangga lebih hijau.

Sebagai orang yang bijak, alangkah baiknya jika ”Rumput tetangga yang lebih hijau” itu dijadikan sebagai motivasi, dengan demikian akan hadir energi positif yang akan menghancurkan energi negatif yaitu kedengkian. Hendaknya kita tidak selalu memandang keatas, karena diatas langit masih ada langit. Maka seharusnya kita lebih banyak bersyukur kepada Allah SWT, karena masih banyak yang tidak seberuntung kita.

Kemudian apakah orientasi kita saat melihat rumput tetangga lebih hijau? Bila orientasi nya keridhaan Allah dan bukan rumput, maka kita palingkan rumput itu dan baiknya kosentrasi pada firman Allah SWT : “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS 3 : 14).

Maka alangkah baiknya jika seharusnya manusia lebih menyibukan diri dengan menghijaukan rumput surganya daripada mengurusi hijaunya rumput tetangganya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar