Minggu, 13 Januari 2013

Sepenggal puisi - Novel Kerudung cinta dari langiit ketujuh


Aku pikir mendung kemarin tak akan datang lagi
Aku pikir, bunga yang baru layu bisa segar kembali setelah tersiram hujan
dan aku pikir, langkahku akan damai setelah melihatmu yang lama tak terlihat
Sejak lama, aku kembali ke tempat di mana pernah ku dapat cinta
Sejak lama ku simpan raut barumu di cermin keduaku
Namun rupanya, mawar lain tak mau menjauhimu

Hingga langkahku tersendat dan hanya bisa ku perhatikan  kau dari jauh
Tapi setelah hari ini,
aku terpaksa menarik langkah kembali pulang ke peraduan sunyiku
Biar senyum sepi jadi temanku
Namun dikeremangan ini, ada doa untukmu
Dan ku berpesan, jangan buat lagi Arsy bergetar dengan apa telah kau lakukan dulu
Jangan heran bila cinta masih tersisa
Seribu hawa jika di hadapkan padamu tentu akan sepertiku
Akan takjub, lalu tunduk patuh pada senandung cintamu yang berasal dari langit ketujuh
Maafkan aku yang tak sopan mengganggu dinding instanamu
Cintailah kekasihmu dengan cintamu yang terputih
Lalu, ajari dia naik ke Arsy dengan kesahajaanmu
Niscaya di alam kedua nanti, kalian tak terpisahkan lagi...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar