Sabtu, 26 Januari 2013

Hati dan Logikaku

ketika jeritan kemarahannya itu mulai kembali mengusik ketenanganku
tak pernah sedikitpun aku berfikir untuk menolehnya
meski logika ini selalu memaksaku untuk menoreh dan ikut menjerit
tapi hati ini tak pernah bisa seperti itu
hanya senyum simpul yang bisa aku hadiahkan
untuknya yang masih selalu aku hargai
agar tak pernah terjadi kiamat kecil diduniaku

ketika huruf - huruf itu terlahir dari jemarinya yang menari
tak pernah sesekalipun aku berniat mengotori jemariku
meski jemari ini selalu berontak ingin ikuti tariannya
namun suara hatiku berkata itu bukan tarianmu
dan sikap tak kupedulikan bukan bentuk dari keegoisanku
tetapi kedamaianlah yang sedang aku bangun

ketika hati ini kembali tergores saat luka itu masih meradang
perih sekali melebihi sakit yang teramat sakit yang pernah aku alami
tapi rasa perih itu tak pernah mengubahku menjadi setan kecil bertanduk
masih tetap dengan keimananku berusaha menahan gejolak batin
dan bertahan menyaksikan peperangan hati dan logikaku
berharap hati yang selalu menjadi pemenangnya
agar duniaku tetap dalam dunia yang damai






Tidak ada komentar:

Posting Komentar