Minggu, 20 Januari 2013

Takkan pernah

Ibarat menanti mentari yang bersinar digelapnya malam
Siapapun tahu itu hanya sebuah khayalan konyol
karena mentari ditakdirkan tuhan untuk menyinari siang
akan lebih logis jika harus mencari sebuah lilin
meski pancarannya tak seluas jangkauan sinar mentari
tapi cahaya sebuah lilin lebih nyata saat malam hari

Ibarat mempertahankan air dalam genggaman
serapat apapun jemari menggenggam
air akan tetap menembus sela jemari
dan dalam sekejap seiring waktu berjalan
mereka akan lenyap menyatu dengan tanah

Ibarat menulis dengan pena kosong
semewah apapun kertas yang tersedia
seindah apapun tulisan yang akan dibubuhkan
sehalus apapun goresan yang tertinggal
kertas itu akan tetap kosong

Begitupun dengan cinta
Ibarat mempertahankan cinta yang sempat retak
sekuat apapun cinta yang tercipta
setulus apapun kasih yang terlahir
seindah apapun kenangan yang terwariskan
semua takkan mampu bertahan jika pernah ternoda
akan sia sia jika masih bertahan dalam cinta yang tlah tak sempurna
takkan ada lagi senyum yang nyata
takkan bersemi kembali bahagia yang sempurna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar